Pages

Monday, April 28, 2008

Semarang: Akhir Tour Kondangan Sesi 1


Lagi-lagi sebuah kondangan. Kali ini kondangan penutupan dari rangkaian tour kondanganku.

Setelah berkeliling Jawa atas nama kondangan, aku mengakhirinya di Semarang. Kondangan seorang teman yang diadakan di daerah Srondol.

Berbeda dengan beberapa kasus yang lain, kali ini, aku benar-benar tidak mengenal orang ini. Dia adalah teman Dhira, dan mood berkelilingku sedang tinggi. Jadi, apa salahnya aku ikut menemaninya hingga Semarang.
Tentu saja dengan mengambil rute Jogja - Solo - Boyolali - Salatiga - Semarang. Sambil menikmati koleksi kuliner di tiap-tiap kota. Menyenangkan.

Sunday, April 27, 2008

Dara Fashion Performing Arts by Musa Widyatmoko

Apa yang kamu harapkan dari sebuah fashion show? Barisan model-model cantik (dan tampan) dengan pakaian yang indah - walau sering juga mengejutkan - dengan iringan musik elektronik? Aku akan membayangkan rentetan agenda yang mirip itu di setiap fashion show.

Pembukaan. Lalu model-model keluar, disertai sedikit narasi untuk setiap koleksi yang keluar. Diakhiri dengan munculnya sang perancang yang akan tersenyum, membungkuk, dan menerima rangkaian bunga. Selesai.

Tapi ini semua berbeda dengan Dara Fashion Performing Arts yang diadakan Musa Widyatmoko di Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Senayan pada pertengahan April lalu.

Friday, April 25, 2008

Kondangan Gembil dan Ari

Kali ini aku datang ke Jakarta karena dua alasan. Salah satunya adalah datang ke pesta pernikahan teman SMA-ku, Gembil. Dia memang sudah mewanti-wantiku sejak satu bulan sebelum pernikahan. Dan akhirnya, satu bulan itu pun terlewati.

Persiapan yang aku lakukan untuk datang ke acara ini agak berlebih, seperti bersiap dua jam sebelumnya. Bukan karena urusan tata rias, tapi lebih karena masalah perjalanan yang diasumsikan akan padat-merayap. Belum lagi tugas mencari parkir di area gedung yang pastinya akan penuh.

Jakarta, Ibukotaku

Akhirnya aku kembali menginjakkan kaki di Jakarta. Aku meninggalkan Jakarta tiga tahun yang lalu dan lalu tidak pernah mengunjunginya lagi. Kecuali satu kali selingan saat terpaksa transit semalam di sana.

Aku meninggalkan Jakarta dan segala kepenatannya.

Ah. Dan akhirnya aku terjebak macet lagi. Perjalanan sejauh enam kilo ditempuh selama dua jam! Aku hampir lupa rasanya menyupir mobil dan terjebak macet di Jakarta.

Thursday, April 24, 2008

Bogor: Antara Durian dan Angkot

Dalam bayanganku, Bogor adalah kota kecil yang semrawut. Mungkin pengalaman terakhirku ke Bogor memang membekaskan kesan semrawut di memori.

Karenanya aku tak kesal saat melihat kondisi jalanan yang padat merayap saat kami memasuki kota Bogor. Aku sudah mempersiapkannya dari rumah. Lagi pula, aku punya teman mengobrol yang asyik saat perjalanan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...