Pages

Showing posts with label Fashionista. Show all posts
Showing posts with label Fashionista. Show all posts

Saturday, May 21, 2011

Summer and Spring!



Aku suka baju-baju bagus. Tapi bedanya, ternyata aku lebih suka membuatnya untuk orang lain daripada memakainya sendiri. Karena, yah, sadar diri juga. Tidak semua model bisa 'bagus' ketika aku pakai.

Itu yang membuat aku (ternyata) suka mendesain baju untuk orang lain... asal seleranya masih masuk juga, sih...

Thursday, November 25, 2010

Kangen Buat Baju


Iya. Aku pernah mengambil kursus jahit selama enam bulan, demi mendukung proyek berjualan bajuku. :) By the way, aku mengikutinya atas keinginanku sendiri.

Harus kuakui, aku senang dengan proses kursus itu. Ya gurunya, ya teman-temannya, ya ilmunya, ya tugas-tugasnya. Buktinya, selama enam bulan dengan jadwal kursus tiga kali seminggu, aku sukses mengikutinya tanpa banyak membolos. Cuma satu-dua kali yang itu pun seingatku pasti karena sesuatu yang penting.

Seperti, belum bisa pulang dari jalan-jalan.

Banyak sekali yang aku dapatkan dari kursusku itu, yang membuatku lebih mantap dalam membuat baju. Aku mendapat pengetahuan tentang cara mengukur, menggambar dasar, membuat pola, menjahit, dan memberi asesoris. Dan pelajaran apa yang paling aku suka?

Wednesday, August 12, 2009

Kain Tenun Bentenan: Harta Karun dari Minahasa

Mendengar kain bentenan, ingatanku melayang pada masa-masa aku mengumpulkan data untuk menulis tentang kain tenun. Kain asli Minahasa ini sempat hilang selama hampir 100 tahun, sebelum akhirnya mulai dilestarikan dan diproduksi kembali.

Di abad ketujuh, suku Minahasa sudah memproduksi busana. Mereka membuatnya dengan menggunakan bahan-bahan fuya dari serat kulit kayu pohon lahendong dan pohon sawukouw, serat nanas, koffo yang berarti serat pisang, serta wa'u yang berarti serat bambu.

Wednesday, April 1, 2009

a.k.k.u: Belajar Fashion di Cups

Siapa bilang fashion melulu adalah kebutuhan tersier?

Memang, awalnya kebutuhan untuk berbusanalah yang menjadi kebutuhan primer. Namun, seiring dengan perkembangan jaman, fashion telah menjadi hal yang esensial dalam berbusana itu sendiri.

Mengikuti mode, berdandan sesuai komunitas, atau bahkan bergaya anti-fashion, yang jelas fashion tak lagi sekedar berbusana. Lebih dari itu, fashion kini telah pula menjadi penanda identitas.

Sunday, April 27, 2008

Dara Fashion Performing Arts by Musa Widyatmoko

Apa yang kamu harapkan dari sebuah fashion show? Barisan model-model cantik (dan tampan) dengan pakaian yang indah - walau sering juga mengejutkan - dengan iringan musik elektronik? Aku akan membayangkan rentetan agenda yang mirip itu di setiap fashion show.

Pembukaan. Lalu model-model keluar, disertai sedikit narasi untuk setiap koleksi yang keluar. Diakhiri dengan munculnya sang perancang yang akan tersenyum, membungkuk, dan menerima rangkaian bunga. Selesai.

Tapi ini semua berbeda dengan Dara Fashion Performing Arts yang diadakan Musa Widyatmoko di Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Senayan pada pertengahan April lalu.

Saturday, February 9, 2008

Kain Tenun Tradisional: Sakral dan Hampir Punah

Dulu, aku kurang begitu menghargai kain. Apalagi seninya. Benar kata orang, mungkin karena tak kenal maka aku tak begitu menghargainya.

Akhir-akhir ini, aku berinteraksi cukup lama dengan dunia kain tenun. Walau hanya sebatas interaksi literatur, namun ini cukup memberikan informasi yang bisa membuatku (cukup) mengenalnya. Dari sejarahnya, legendanya, caranya membuat, hingga fungsinya.

Sunday, September 16, 2007

Pria Ipanema, Episode "Maharaja Dreams"


Aku bertemu dengannya lagi! Dan karena tak kuduga, pertemuan kali ini lebih menyenangkan. Untukku.

Acara fashion show yang kudatangi siang tadi kupikir akan menjadi fashion show biasa. Namun rupanya Tuhan berkehendak lain.

Dengan tema "Maharaja Dreams", siang tadi Centro menampilkan koleksi baju-bajunya di catwalk yang telah disiapkan di tengah Centro lt.2 (kalau tidak salah). Sekitar 20 baju diperagakan oleh empat model perempuan dan dua model pria.

Dua model pria? Hm... apakah itu berarti...?

Friday, September 7, 2007

Pria Ipanema dan Kaki-Kaki Panjang

Semalam, aku kembali mengunjungi acara fashion show. Sebanyak 12 perancang tampil dalam acara yang menjadi rangkaian agenda Jogja Fashion Week tersebut.

Pakaian yang diperagakan cukup menarik. Ragamnya yang banyak membuat fashion show malam tadi tidak membosankan. Dari corak tradisional, modern, kasual, gaun, hingga pakaian kerja, semua ada. Modelnya pun tak kalah menarik. Anggun. Disertai dengan koreografer dan lagu pengiring yang saling mengisi.

Ini kali ketiga aku mengunjungi acara fashion show dalam waktu kurang dari dua minggu. Dan lusa, masih ada satu fashion show lagi yang harus aku kunjungi sebelum memasuki bulan puasa.

Saturday, August 25, 2007

Ketika Tentara dan Senjata Bercerai

Apa yang dilakukan tentara ketika mereka tidak berperang? Menjadi model!


Sajian fashion show semalam di Vino Bar and Lounge memang berbeda. Baju-baju rancangan Ramadhani rencananya akan diperagakan oleh para model, baik profesional maupun yang tidak. Termasuk tentara.


Semalam, Vino Bar and Lounge dipenuhi oleh warna coklat. Acara fashion show yang diselenggarakan oleh Ramadhani memang menyarankan para pengunjung malam itu untuk memakai pakaian bernuansa coklat. Sesuai dengan tema Chocolique, tema acara fashion show semalam.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...