Pages

Showing posts with label Truly Jogja. Show all posts
Showing posts with label Truly Jogja. Show all posts

Thursday, February 20, 2014

Liburan (di) Jogja


Santai... di pantai...

Jadi nih, sekitar setahun (lebih beberapa bulan) yang lalu, Mr. A memutuskan untuk berhenti merantau ke kota seberang. Ya tentu saja keputusannya banyak dipengaruhi oleh perjanjian sebelum nikahku: mau ikut suami ke mana saja, kecuali tinggal menetap di Jakarta*.

Pakai tanda bintang kecil: *Kecuali terpaksa banget!

Friday, September 7, 2012

Keseleo: The Cure!

www.mobozine.com

Sebenarnya aku sudah ingin menulis tentang yang mau aku tuliskan ini sejak aku pulang dari Semarang. Iya, sejak bulan Juni. Apa daya, aku tidak memiliki kesempatan menulis karena penuhnya jadwal dan karena  perkara-perkara lain yang in between super sepele dan super penting.

Semua berawal dari kaki keseleo di ujung Semarang Trip bersama Hera. Selama tiga jam perjalanan pulang ke Jogja, kakiku membengkak hingga akhirnya tidak dapat digunakan untuk menapak karena terasa sakit.

Friday, January 27, 2012

Teh Poci di Ujung Hari

Suasana kedai Vogels Hostel

Setelah berkali-kali menunda dengan alasan 'jauh', akhirnya kemarin Mr. A mau diajak kencan ke Kaliurang. Jujur saja, kami mulai kehabisan tempat berkencan yang sederhana.

Bosan juga kalau setiap mau keluar, tujuannya hanya mall, mall, dan mall lagi.

Apalagi kalau sedang tidak ada kebutuhan untuk membeli sesuatu. Aku sendiri tidak terlalu suka window shopping. Juga tidak terlalu suka berbelanja bila tidak sedang mencari suatu kebutuhan tertentu.

Thursday, January 26, 2012

Urban Legend: Mbak Paling Annoying Se-Jogja

(stoneglasgow.blogspot.com)
Tersebutlah seorang perempuan yang dikenal sebagai Mbak Paling Annoying Se-Jogja. Deng-dong-deng-dong-deng-dong... *musik horor*

Nama aslinya sendiri tidak dikenal, aku juga tidak mengetahuinya. Tapi kebesaran nama aliasnya sudah melampaui nama aslinya.

Thursday, December 29, 2011

Setjangkir Kopi dari Plaja

Pak Wi dan Bu Wi (atas ijin Hera/Pak Jepret)

Meski aku sudah tau tentang rencana pementasan ini sejak lama, tapi aku nyaris saja tidak kebagian tiket. My fault. Aku terlalu sibuk, lupa memesan tiket, dan tiba-tiba tiket sudah SOLD OUT!

Tentu saja sold out. Aku bahkan sudah bisa menebak dari awal kalau tiket mereka pasti akan sold out. Apalagi dalam pertunjukan kali ini mereka hanya menyediakan tiket maksimal 20 orang per pertunjukan. Pertunjukannya sendiri digelar selama delapan hari, dengan dua kali pertunjukan dalam sehari.

Tuesday, December 27, 2011

Praktisnya Gudeg Kaleng


Gudeg Kaleng!

Pertama kali mendengar Gudeg Kaleng, pikiranku langsung berkelana terlalu jauh. Bagiku, gudeg di dalam kaleng itu absurd. Aku membayangkan tuna atau sarden kalengan, tapi tuna atau sardennya diganti dengan gudeg.

Entah kenapa, visualisasinya justru menjadi kacau. Belum lagi konon katanya gudeg ini bisa bertahan satu tahun!

Bayangan rasa 'kaleng' yang mengendap selama satu tahun di dalam gudeg tersebut muncul perlahan. Selain itu, sekaleng penuh gudeg bagiku bukanlah makanan yang menggiurkan. Gudeg baru terasa lengkap kalau ada areh, telur, ayam, dan kreceknya. 

Jadi, bukan hanya gudeg sendirian.

Thursday, October 20, 2011

Milounge, Teh, dan Menu Tanpa Harga

Fotografer kroket: Hera, Pak Jepret

Setelah sempat tertunda berhari-hari, akhirnya aku berhasil meluangkan waktu untuk ke Milounge. Tapi, kenapa ke Milounge?

"Kasian, setiap lewat sana mesti sepi," ujar Hera.

Oke.

Tuesday, August 23, 2011

Lir Shop: Ketika Makanan Keluar dari Buku

Chicken Divan

Salah satu tempat makan yang akhir-akhir ini sering aku kunjungi adalah Lir Curiosity Shop. Ya, salah satu sebabnya memang karena aku buka lapak Summer and Spring di sana dan itu milik pacar adikku, Mira.

Letaknya di Jl. Anggrek 1/33, Baciro, Yogyakarta.

Wednesday, July 6, 2011

Eggroll Ubi Ungu: Salah Visualisasi

Belum lama ini, aku diminta meliput salah satu panganan baru di Jogja. Tempat produksinya di daerah Plered, Bantul. Produknya adalah eggroll ubi ungu.

Aku sempat (sedikit) tercengang.

Saturday, May 21, 2011

Summer and Spring!



Aku suka baju-baju bagus. Tapi bedanya, ternyata aku lebih suka membuatnya untuk orang lain daripada memakainya sendiri. Karena, yah, sadar diri juga. Tidak semua model bisa 'bagus' ketika aku pakai.

Itu yang membuat aku (ternyata) suka mendesain baju untuk orang lain... asal seleranya masih masuk juga, sih...

Wednesday, May 11, 2011

Sunset di The Beach


Akhir minggu kemarin, setelah terburu-buru menghadiri acara nikahan tetangga, aku dan Mr. A melanjutkan acara sosialisasi pasangan baru kami ke kafe yang baru dibuka oleh temannya, Artie. Dia dan pacarnya yang asli Italia ternyata membuka kafe dengan suguhan a la Italia - bukan cuma beraneka coklat seperti yang diceritakan Mr. A.

Maka datanglah kami malam itu dengan perut yang sudah separuh penuh ke The Beach.

Thursday, December 2, 2010

Mwathirika: Ketika Teater Boneka Membuat Menangis


Tadinya kupikir Baba, seorang bapak bertangan satu yang mukanya penuh kerutan, itu salah satu tokoh antagonis. Tapi begitu melihatnya berinteraksi dengan anak-anaknya, Tupu dan Moyo, ia langsung tampak sangat lembut.

Bagaimana ia menyapa anak-anaknya, bercanda dengan mereka, dan menyayangi mereka. Ketika Tupu merajuk karena kuda-kudaannya rusak, Baba menggantinya dengan sebuah balon merah yang ia bawa.

Sederhana, tapi entah mengapa begitu menyentuh.

Wednesday, December 1, 2010

Kedai Makan Rumah Pohon Mas Dewo


Belum lama ini, aku dimintai tolong untuk meliput Kedai Rumah Pohon Mas Dewo. Meski sudah sering mendengar namanya, tapi aku belum pernah ke sana.

Makanya, sewaktu mendengar kata 'rumah makan di atas pohon', imajinasiku langsung ke mana-mana. Tapi, yang pertama-tama muncul adalah gambaran sebuah rumah kayu di atas pohon yang digunakan untuk tempat makan.

Thursday, November 18, 2010

Rumah Kemuning, Rumah Kenangan: Anyone?

Sejak beberapa bulan yang lalu, aku ditugasi Mama untuk menjual salah satu rumah kenangan kami. Bukan karena apa-apa, hanya karena ingin mencari rumah yang lebih kecil dan berada di dalam perumahan.

Rumah itu terletak di Perumahan Dosen yang didirikan kira-kira satu tahun sebelum aku lahir. Dulu, sebelum tahun 1980, daerah itu merupakan hutan dan semak-semak - yang oleh orang Jawa disebut alas. Lalu kemudian lahan itu dibuka untuk didirikan perumahan khusus dosen UGM. Papa berhasil membeli satu.

Sebuah rumah bernomor 408, di Jl. Kemuning I, Condong Catur.

Saturday, October 30, 2010

Jogja Kelabu


Pagi ini Jogja diselimuti abu. Memang tidak seluruh Jogja, tapi sebagian besar Jogja utara dan mungkin sampai di daerah selatan. Teman dari Jogokaryan memberi konfirmasi bahwa daerah rumahnya juga terkena abu. UGM berganti warna menjadi abu-abu.

Tapi karena angin bertiup ke arah selatan-barat daya, rumahku di kawasan Condong Catur hanya terkena sedikit. Sayup-sayup, kalau dalam konteks suara. Rumah Arya yang terletak di daerah Ngaglik - tapi dia tetap bersikeras rumahnya terletak di daerah Wedoapaitu - juga tidak terkena hujan abu.

Kali ini kami memang dihindarkan, tapi besok belum tentu.

Monday, September 13, 2010

Kawaii Sushi: Ketika Sushi Menjadi Fast Food


Pertama kali mendengar tentang restoran sushi baru di Jogja, aku langsung tertarik untuk mencoba. Terutama setelah pengalaman sushi vegetarian yang hoek banget.

Sayangnya, ini bulan puasa. Akibatnya, mencoba tempat makan hanya bisa dilakukan saat berbuka puasa saja. Satu kali dalam sehari. Tapi akhirnya, dua hari sebelum lebaran, aku berhasil mengajak saudara-saudaraku untuk berbuka bersama sekaligus sambil mencoba resto sushi baru - Kawaii Sushi - yang terletak di POM Bensin Baciro.

"Restonya fast food banget," ujar Dito yang sempat melihatnya ketika lewat di daerah Baciro sore-sore.

Tuesday, September 7, 2010

Ke Museum, Yok...?


"Nggak mau ah..." jawab banyak orang, termasuk anak-anak kecil itu, membuat bingung akan mengajak ke mana lagi.

Padahal, sewaktu kecil dulu aku suka sekali diajak ke museum. Museum hewan, terutama. Karena beberapa tahun dari masa kecilku berada di luar negeri, maka kesukaanku untuk datang ke museum terpuaskan.

Monday, August 23, 2010

Sushi Vegetarian: Sebuah Penantian

Beberapa bulan yang lalu, sempat ada pameran kuliner di Jogja Expo Center yang kudatangi karena permintaan Arya.

"Adikku buka counter di sana," ujarnya.

Maka, jadilah hari itu kami menyempatkan mampir ke pameran sebelum melakukan acara lainnya. Di counter-nya, aku menemukan menu unik yang menggoda: Sushi Vegetarian. Kami pun memesan satu porsi Sushi Vegetarian Californian Roll, dan segera beranjak dari pameran. Sushi dibungkus untuk bekal di perjalanan.

Thursday, June 19, 2008

Tahap-Tahap Kebahagiaan


Philippe Bizot telah mengunci perhatianku sejak awal. Ketika dia memilih untuk membuka pertunjukan pantomimnya malam itu dengan tema 'Perpisahan'.

Dengan sebuah kursi dan tali-temali, Bizot tampil di tengah panggung dengan mengusung kesedihan. Tata cahaya yang kelam, lengkap dengan lagu yang mengalun sendu, menguatkan rasa sedih yang terasa.

Tuesday, May 13, 2008

Selamat Datang, Musim Panas...

Ayo, kemari. Kita sambut musim panas.

Lepaskan sandalmu dan berlarilah! Rumput hijau tebal tak akan menyakiti kaki kita.

Lihat langitnya dari atas bukit ini. Biru menawan dengan gumpalan kapas yang mengambang di antaranya. Dan di ujung sana, gunung-gunung itu seakan juga sedang berpiknik.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...