Pages

Showing posts with label Hutan Pinus. Show all posts
Showing posts with label Hutan Pinus. Show all posts

Thursday, June 23, 2011

Day 3: Pematang Siantar - Tuk-Tuk

Danau Toba dari jalan
Yeay! Hari ini kami meninggalkan Pematang Siantar, menuju ke Danau Toba. Di sana kami sudah memesan kamar di Pulau Samosir, atau tepatnya di Tuk-tuk.

Seperti yang telah kita ketahui, Danau Toba ini danau terbesar di Indonesia. Dan di tengah-tengahnya terdapat sebuah pulau bernama Pulau Samosir. Nah, Tuk-tuk itu terletak di salah satu ujung pulau yang berseberangan dengan kota Parapat.

Monday, March 28, 2011

A Place Called Kampung Sampireun


Tempat apa yang kamu inginkan untuk bersantai setelah didera keribetan pra-pernikahan dan rambut yang dijambak selama 9 jam?

Aku memilih tempat yang sunyi, dingin, santai, bersih, dan indah. Unik dan menarik, tentu saja merupakan poin plus.

Itulah kenapa aku dan Arya menjatuhkan pilihan ke Kampung Sampireun yang terletak di Garut. Walaupun perkiraanku perjalanan akan membutuhkan waktu 10-11 jam, kami nekat memilih road trip dengan alasan agar acara dapat fleksibel.

Thursday, April 22, 2010

Menunda Jeda

"Akhirnya hutan pinusku rindang dan subur."

Hei, dari mana saja kamu? Lama kita tidak mengobrol.

"Maafkan aku. Aku sibuk mengurusi hutan pinusku."

Bisa kulihat itu. Sudah kau temukan lahan yang bagus?

Friday, April 17, 2009

Aku Merindukanmu


Iya, ini pengakuanku.

Aku mengabaikanmu. Perlahan-lahan, aku membiarkanmu menjauh. Aku terhanyut dalam dunia baruku yang amat nyaman dan tidak menggenggammu. Aku tahu aku salah. Aku menganggap keberadaanmu bukan menjadi hal yang penting lagi bagiku, saat itu.

Tapi akhir-akhir ini aku amat merindukanmu.

Tuesday, June 10, 2008

Dengarkan Aku...

Aku sama sekali tak ingin mengganggu kalian dengan mengatakan ini semua. Tentang betapa tremor-tremor aneh itu kembali menyerangku. Merayap di sekujur tubuh, dan menyublim dengan tiba-tiba.

Kali ini bukan karena genggaman tangannya di hari yang basah. Bukan karena senyumnya yang sehangat sup krim jagung favoritku. Atau karena kecupan ringan darinya di depan rumah. Bukan pula karena SMS-SMSnya yang kerap menggodaku di pagi hari.

Thursday, May 22, 2008

Maaf...

Apakah aku melukaimu?


Katakanlah. Aku benar-benar meminta maaf.


Atau kamu ingin menghilang? Menyatu dengan permainan waktu.


Aku tahu kata maaf tidak mungkin menyembuhkannya. Aku tahu, bahkan sebelum aku melukaimu.


Lagi. Dan lagi. Dan lagi.


Tapi duniamu masih terlalu jauh. Kenapa pula kamu tergesa-gesa?


Dahan-dahan pinus belum juga mulai berdendang. Aku belum sempat mendengarnya.

Haruskah aku patahkan dahannya segera?



Kalau itu membuatmu terluka, maafkan aku.


Aku hanya memberi apa yang kamu minta.

...


Thursday, May 1, 2008

Pinus di Hutan Imaji


"Hutan pinus itu telah layu."

"Benarkah?"

"Yup. Akhirnya."

"Nadamu terdengar skeptis."

Wednesday, April 2, 2008

I'm (Not Yet) Yours...

"Well you done done me and you bet I felt it
I tried to be chill but you're so hot that I melted
I fell right through the cracks
And I'm trying to get back.

Before the cool done run out
I'll be giving it my bestest
Nothin's going to stop me but devine intervention
I reckon it's again my turn to win some or learn some."

Thursday, February 28, 2008

Tidakkah Kamu Lihat?

"Dasar bodoh."

Siapa yang bodoh?

"Dia."

Dia?

Sunday, February 10, 2008

Hutan Pinus yang Tak Terbingkai

"Ada hutan pinus di dekat Ketep," ujar temanku, dulu.

Ya. Hutan pinus yang letaknya tak jauh dari tempat KKN dia. Dia berjanji akan mengajakku ke sana suatu saat.

Dan suatu saat itu adalah kemarin.

Friday, January 18, 2008

Bantu Aku Rawat Hutan Itu

Bukan aku yang membunuhnya. Aku bahkan tidak merusak sejengkal tanah pun dari hutan pinus itu. Aku tidak ingn merusaknya.

Hutan itu belum mati. Ia hanya mulai layu. Aku ingin merawatnya. Tapi aku tidak mengerti.

Apakah airnya terlalu banyak? Akhir-akhir ini hujan memang turun dengan lebatnya. Tapi bukankah hutan pinus membutuhkan air yang banyak?

Saturday, January 12, 2008

Segelas Coklat Hangat di Kebun Pinus


Coklatnya lezat. Tak terlalu pekat, dengan busa yang tebal. Rasanya sedikit lebih tawar dari coklat-coklat yang biasa aku minum di tempat lain.

Hm... mungkin standar coklat ini belum disesuaikan dengan lidah lokal yang lebih suka manis.

Monday, December 17, 2007

... nyanyian sendu hutan pinus ...


Di sana, di ujung tebing itu.
Aku merasakannya. Kamu?

Nyanyian sendu hutan pinus pun kembali mengalun,
Ditemani tarian lembut semilir kabut,
Dan tepukan sejuk bulir gerimis.

Ringan.

Ah, andaikan saja waktu terhenti.
Andaikan semua semudah itu.

Sunday, August 12, 2007

Lagi-Lagi...

Playlist winamp-ku malam ini:

1. Vina P - September Ceria
2. Chrisye - Damai Bersama-Mu
3. Tito s - Untukmu
4. Vina P - Cinta
5. Chrisye - Hening

Hm... kapan ada waktu ke hutan pinus? Secepatnya semoga. Sebelum hilang keinginanku ini...

Wednesday, August 8, 2007

Ah, Hutan Pinus...

Mungkin kamu memang melintas di otakku beberapa hari ini. Kamu, dan hutan pinus. Aku tak tahu kenapa harus hutan pinus, tapi itu memang hutan kesukaanku. Jadi, wajar bila hutan itu kerap melintas di ingatanku.

Hutan pinus yang sunyi dan rindang, dikelilingi kabut yang sejuk. Belum lagi aromanya yang khas, terlebih setelah hujan turun. Aroma tanah basah dan pepohonan pinus. Aku lebih menyukainya bila mendung datang. Begitu nyaman, dan sendu.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...