
Siang itu, Desa Demungan tampak cukup ramai. Beberapa warganya duduk di depan rumah masing-masing. Bercengkerama sambil bekerja mengupas kulit jagung hasil panen. Ratusan - atau mungkin ribuan - jagung tertata di halaman-halaman rumah. Dijemur beralaskan anyaman bambu.
Desa yang terletak di salah satu perbukitan yang mengelilingi Kabupaten Ponorogo, tepatnya di Kecamatan Badegan, ini sebenarnya tak terlalu terpencil. Tak begitu jauh dari jalan besar. Dan hanya sekitar 45 menit dari kota Ponorogo. Namun Mbak Er menyarankanku untuk mengunjunginya dalam rangka mencari data untuk tulisanku.
Konon, desa ini merupakan desa yang memiliki budaya menikahkan anak perempuan mereka di bawah usia 12 tahun. Hm... bahkan sebelum mereka lulus SD.



