Komedi itu kultural. Maksudku, komedi itu (sangat) dipengaruhi oleh kultur dan latar belakang seseorang. Sama seperti masakan atau musik yang tergantung selera, begitu pula komedi.
Setelah berkali-kali menunda dengan alasan 'jauh', akhirnya kemarin Mr. A mau diajak kencan ke Kaliurang. Jujur saja, kami mulai kehabisan tempat berkencan yang sederhana.
Bosan juga kalau setiap mau keluar, tujuannya hanya mall, mall, dan mall lagi.
Apalagi kalau sedang tidak ada kebutuhan untuk membeli sesuatu. Aku sendiri tidak terlalu suka window shopping. Juga tidak terlalu suka berbelanja bila tidak sedang mencari suatu kebutuhan tertentu.
Liburan di Nusa Tenggara Timur hampir selesai. Pesawat kami berangkat siang hari itu. Maka sejak pagi aku sudah mempersiapkan perjalanan panjang menuju Jogja. Naik pesawat ke Surabaya, lalu dilanjut menggunakan travel ke Jogja.
Sambil menunggu jadwal pesawat, pagi itu Enzo dan pacarnya mengajak kami berkeliling kota terlebih dahulu. Salah satunya adalah melewati Universitas Nusa Cendana. Universitas ini merupakan universitas negeri dan sepertinya berdiri di lahan yang luas sekali. Bangunan depannya tampak masih baru.
Hari terakhir di Pulau Rote kami habiskan secepat kilat. Kalau orang Jawa bilang, sak kedepan mripat.
Ya iya lah. Karena kapal menuju Kupang berangkat pukul 11 siang, berarti kami paling lambat berangkat pukul 9.30 pagi. Ini karena kita menggunakan mobil pribadi Pak Mus seharga Rp 250.000,- sekali angkut. Kalau mau lebih murah, bisa menggunakan angkot seharga Rp 50.000,- tapi harus berangkat pukul 6 pagi.