Pages

Thursday, November 18, 2010

Rumah Kemuning, Rumah Kenangan: Anyone?

Sejak beberapa bulan yang lalu, aku ditugasi Mama untuk menjual salah satu rumah kenangan kami. Bukan karena apa-apa, hanya karena ingin mencari rumah yang lebih kecil dan berada di dalam perumahan.

Rumah itu terletak di Perumahan Dosen yang didirikan kira-kira satu tahun sebelum aku lahir. Dulu, sebelum tahun 1980, daerah itu merupakan hutan dan semak-semak - yang oleh orang Jawa disebut alas. Lalu kemudian lahan itu dibuka untuk didirikan perumahan khusus dosen UGM. Papa berhasil membeli satu.

Sebuah rumah bernomor 408, di Jl. Kemuning I, Condong Catur.

Thursday, November 11, 2010

Ayo Mulai Dipikirkan...


Meletusnya Gunung Merapi kali ini membawa korban jiwa yang tak sedikit dan kerugian materiil yang tak terkira banyaknya. Ini bukan hanya dihitung secara kasar seperti berapa banyak sapi yang mati atau berapa banyak rumah yang rubuh.

Kerugian material mencakup hal-hal lain yang sifatnya berkelanjutan, seperti tanaman yang gagal panen, tanah yang butuh waktu untuk bisa kembali normal, harga rumah dan tanah yang anjlok bila penduduk setempat memilih pindah, wisatawan yang berkurang drastis, dan sebagainya.

Tuesday, November 9, 2010

Macaroni and Cheese (Baked!)


Ketika hasrat memasak instan menyerbu, apa yang kamu lakukan? Kalau aku, segera menyalakan komputer dan mencari resepnya di internet - hanya jika koneksi internet lancar. Memang sangat mudah, tapi resikonya, bisa saja resep yang didapat agak-agak kacau karena sumbernya tidak jelas.

Nah, karena itu aku harus paling tidak mencobanya sekali untuk menemukan resep yang aduhai-lezatnya-cocok-dengan-lidahku. Salah satunya ya Macaroni and Cheese panggang yang aku temukan setelah 1 menit bercengkerama dengan Om Gugel. Niatnya akan dijadikan hadiah ulang tahun untuk Arya yang suka sekali dengan mayonaise dan keju.

Setelah melihat sekilas dan bahan-bahannya mudah dicari, aku baru lanjut membuat. When there's a way, there's a will!

Panic at the House


Karena suasana Yogyakarta Utara yang cukup mencekam beberapa hari yang lalu (terima kasih kepada media dan rumor!), aku lebih banyak tinggal di rumah - dalam kondisi siap mengungsi kapan saja. 

Bagaimana tidak, rumor-rumor berseliweran di setiap sudut yang kudatangi. Mitos-mitos yang terpendam bermunculan satu per satu dan menyerang bersamaan. Mulai dari sejarah Gunung Merapi tahun 1006 M dan hilangnya peradaban Mataram Kuno, kisah-kisah dari penduduk yang mengungsi, legenda dan foto Mbah Petruk, ramalan Ponimin yang bombastis, hingga cerita-cerita 'abdi dalem' tentang suasana Kraton Jogja.

Tuesday, November 2, 2010

Teh Tarik: Teh yang Ditarik


Entah sejak kapan, aku jadi suka teh tarik. Setiap hari rasanya ingin dine-out hanya agar bisa memesan teh tarik. Tapi mencari teh tarik di Jogja, tidaklah semudah itu. Salah-salah tempat makan, kita justru bisa saja diberi teh tarik instan.

Karena itu, aku lalu mencoba membuatnya sendiri setelah sedikit berdiskusi dengan Mira yang katanya pecinta teh, tapi suatu hari tertangkap basah sedang membuat teh tarik instan dari sachet.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...