Pages

Monday, February 7, 2011

Ayam Jamur Kukus!

Perjalanan dietku kembali dimulai. Kali ini dengan tujuan yang super jelas. Makanya itu, aku rela mengeluarkan uang lebih juga agar bisa lebih disiplin. Demi tujuan akhir!

Seperti diet sebelumnya, kali ini pun aku dilarang untuk mengkonsumsi minyak dan gula. Sayangnya, agak sulit menemukan makanan tanpa minyak dan gula di lingkunganku. Karena itu, beberapa hari yang lalu aku menghabiskan waktuku untuk mencari-cari resep sehat tanpa minyak dan gula.

Yup! Aku akan masak sendiri!

Ini salah satu resep yang aku temukan dan sudah aku coba. Sangat mudah dibuat dan cepat.

Ayam Jamur Kukus

Bahan:
500 gr ayam bagian dada (fillet/tanpa tulang dan lemak), potong-potong memanjang.
200 gr jamur champignon kaleng, belah-belah menjadi dua.
1/4 sdt garam.
Merica bubuk secukupnya, untuk rasa.
1 1/2 sdm kecap jepang Kikkoman.
1/2 sdm cuka.
1 1/2 sdm air.
1 sdt gula.
1 sdt minyak wijen.
1 1/2 sdm tepung maizena.
1 daun bawang, iris tipis-tipis.
Oregano secukupnya, untuk rasa.

Cara masak:
1. Masukkan garam, merica, kecap Jepang, cuka, air, gula, minyak wijen, dan tepung maizena di dalam mangkok agak lebar. Aduk hingga benar-benar tercampur.

2. Masukkan potongan daging ayam satu per satu ke mangkok tadi untuk direndam. Usahakan ditata agar semua daging terkena campuran bumbu tadi agar bumbu meresap. Kalau perlu dibalik-balik.

3. Siapkan steamer/kukusan. Nyalakan steamer/kukusan, tunggu hingga panas dan uapnya banyak.

4. Setelah bumbu meresap (minimal 15 menit), tata kembali daging di wadah yang tahan untuk dikukus. Tata pula jamur di sekitar daging. Tuang sisa campuran rendaman tadi di atas daging dan jamur.

5. Taburkan daun bawang dengan rata. Taburkan oregano secukupnya.

6. Tutup kukusan dan kukus hingga matang. Kalau ingin daging yang empuk, kukus hingga sekitar 30 menit.

7. Hidangkan selagi panas. Bisa dinikmati dengan makaroni, kentang, atau bahkan nasi merah.

Porsi untuk 4-5 orang.


Hasilnya? Voila...


Meski presentasinya tampak tidak menarik, tapi yakin deh, rasanya enak. Dan tentu saja sehat. Arya saja memberi nilai delapan! :p Delapan, karena menurutnya ini belum sempurna.

"Sebenernya lebih enak lagi kalau sebagian dagingnya diganti kulit..." ujar Arya tanpa merasa bersalah.

Ah! Itu sih melenceng dari konsep dan justru makin tidak sehat... :(

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...