Pages

Friday, October 21, 2016

Cara Bodon dan Hilangnya Logika Berpikir


Beberapa waktu yang lalu, di timeline FB muncul sebuah seri foto yang tampaknya cukup "inspiratif". Aku nilai inspiratif karena banyak dipuji dan di-share ulang. Seri foto ini adalah tentang "cara mengerjakan soal matematika dengan mudah". Bagaimana suatu soal diterobos dan dikerjakan hanya dengan "memindah-mindahkan angka".

Pada jamanku, cara pengerjaan seperti ini kerap disebut dengan "cara bodon", atau cara praktis. Atau potong kompas.

Wednesday, September 21, 2016

When Will You Finish Those Books?

My precious and his books

Being a mother obviously turned my world upside-down. My spare time for books has reduced to an amount of reading 1 to 3 books in a year. I've tried to read more and set a target of finishing one book a month, but that was just still too ambitious.

By not having too much time to indulge my self on a journey of finishing a book, I thought that I might embrace the bright side of this situation: cutting the budget on books. So I will have more budget for other purposes - whatever it would be. Decorating the house, perhaps. Or traveling?

Monday, May 2, 2016

Anak Cowok Nggak Boleh Nangis!


Beberapa hari yang lalu terdengar perdebatan antara orang tua mengenai baju yang seharusnya dikenakan oleh anak laki-lakinya. Sebagai seorang ibu dari seorang anak laki-laki, tentulah perkara ini menarik untukku. Bukan kepo, tapi kita bisa belajar dari mana saja, bukan? Termasuk dari pengalaman otang lain.

Nah, dari perdebatan masalah baju itu ada ketakutan bahwa anak laki-lakinya akan terlihat sedikit feminin dengan pakaian yang dikenakan. Terlepas dari pakaian apa itu, ketakutan orang tua ketika anak laki-lakinya tampak sedikit feminin membuatku terseret kembali ke beberapa tahun yang lalu ketika masih bergelut dengan teks-teks feminisme.

Thursday, October 9, 2014

Being Pregnant?

My 7 months pregnancy

Some of my closest friends are pregnant! Yeiy! I am truly happy for them!

Being pregnant - as I remember - was not as difficult as I thought before I was pregnant myself. On our wedding day, I did tell my husband that I was afraid to be pregnant. I told him many-many-many things that made me afraid.

Summary: I was not ready (yet).

All those difficulties that I imagined I had to go through, was enough to make me afraid. I love children - especially babies - but I was afraid to be pregnant, to give birth, and to have that huge responsibility on my shoulder.

Monday, July 7, 2014

Slow Cooking: Braised Oxtail Yummy

Braised oxtail

Semua berawal dari penemuan slowcooker di antara tumpukan hadiah pernikahanku. Pernikahanku sendiri sudah berjalan tiga tahun lebih, tapi banyak hadiah yang masih bertumpukan. Salah satunya ya slowcooker yang aku tidak mengerti benda apa itu sebelumnya. Wajar, karena seluruh tulisan di kardus dan di mesinnya meggunakan tulisan Cina - kecuali empat kata di panelnya: Off, Low, High, dan Auto.

Thursday, February 20, 2014

Liburan (di) Jogja


Santai... di pantai...

Jadi nih, sekitar setahun (lebih beberapa bulan) yang lalu, Mr. A memutuskan untuk berhenti merantau ke kota seberang. Ya tentu saja keputusannya banyak dipengaruhi oleh perjanjian sebelum nikahku: mau ikut suami ke mana saja, kecuali tinggal menetap di Jakarta*.

Pakai tanda bintang kecil: *Kecuali terpaksa banget!

Tuesday, February 18, 2014

No Such Thing as a Manual Book for Human Being

Panji, usia 5 bulan

Memiliki Panji kecil membuat duniaku jungkir balik. Aku nggak tau apa yang harus aku lakukan. Aku nggak tau apa yang dia butuhkan. Aku nggak tau bagaimana berkomunikasi dengannya. Karena itulah aku berpaling pada buku-buku, artikel-artikel, hingga saran-saran dari orang terpercaya.

Tapi kemudian informasinya justru menjadi terlalu banyak. Buku A menyuruhku untuk mulai menjadwalkan minum Panji sejak usia 2 bulan. Artikel X menyuruhku untuk memberikan ASI kapan pun Panji minta. Buku B berbicara tentang jadwal tidur bayi dan ibunya. Artikel Y membahas tentang makanan apa yang boleh dan tidak boleh dimakan ibu menyusui. 

Monday, February 17, 2014

Panji Atmananda Dhiratara


Date of Birth
3rd of September, 2013

Being a mom is not an easy task. I know. But that will not cause me to love you any less. 
It's magical. I can not describe how much I love you.

Semoga Panji jadi anak yang bahagia dan selalu bisa bersyukur.

Mama loves you very-very-very much!

Wednesday, March 20, 2013

Happy 2nd Anniversary!

Pak Jepret - 2010


The day I chose to let you in to my world was not an impulsive decision. It was not only based on love - or what those butterflies had told me. It was also a decision based on details and logical thinking.

Pada hari itu, semua masa konsekuensi jangka panjang telah kupertimbangkan masak-masak. Kamu sebagai calon rekan hidupku juga terlah kupertimbangkan masak-masak. Yang penting juga, pada hari itu, aku yakin bahwa aku sudah berdamai dengan segala perasaan di masa laluku.

Termasuk kesan-kesan awalku padamu.

Sunday, March 17, 2013

March Mellow...



Sebulan ini rasa mellow menggantung di udara. Tapi pagi tadi ia menyusup paksa masuk ke kamar, membuatku terbangun dini hari dengan rasa sedih yang tiba-tiba menyergap.

Aku hanya tidak mengira pada akhirnya akan seperti ini.

Friday, February 22, 2013

Butuh Hobi Baru

Mblenuk... (blog.timesunion.com)


Tak banyak yang terjadi dalam hidupku akhir-akhir ini. Masih kuliah, masih kerja. Tapi jarang menulis lepas - terlalu banyak menulis tugas, mungkin. Itulah kenapa blog ini seakan mati suri.

Satu peristiwa penting dan besar: aku hamil.


Friday, September 7, 2012

Keseleo: The Cure!

www.mobozine.com

Sebenarnya aku sudah ingin menulis tentang yang mau aku tuliskan ini sejak aku pulang dari Semarang. Iya, sejak bulan Juni. Apa daya, aku tidak memiliki kesempatan menulis karena penuhnya jadwal dan karena  perkara-perkara lain yang in between super sepele dan super penting.

Semua berawal dari kaki keseleo di ujung Semarang Trip bersama Hera. Selama tiga jam perjalanan pulang ke Jogja, kakiku membengkak hingga akhirnya tidak dapat digunakan untuk menapak karena terasa sakit.

Sunday, June 3, 2012

Daagh, Semarang!


Minggu pagi kami kembali ke Jogja menggunakan jasa travel yang sama. Semarang berakhir dengan kaki dibalut akibat keseleo di depan rumah Bude dan barang-barang baru yang agak memalukan kalau sampai dilihat Indra.

Perjalanan kali ini membuatku memandang Semarang dengan sedikit berbeda. Menurutku Semarang adalah kota yang menyimpan banyak detail yang sedikit tersembunyi.

Monday, May 28, 2012

(Still) Semarang Day Two: Pasar Semawis!

Pasar Semawis
Setelah sepagian mengelilingi pelabuhan dan kawasan rob, lalu siangnya berkeliling Kota Lama bersama Nikke, maka malam terakhir di Semarang kami habiskan di Pasar Semawis. Pasar ini kami temukan berkat petunjuk Om Penjaga Klenteng Tay Kak Sie dan arah sate babinya. Untuk lebih jelasnya, Pasar Semawis tepatnya terletak di Gang Warung, Semarang.

Friday, May 25, 2012

Semarang Day Two: Kuliner Lagi!


Yang menarik di hari kedua adalah munculnya disorientasi perjalanan. Hari yang kami siapkan dengan rencana sarapan bubur ayam (khas Semarang), lalu minum es di daerah Tugu Muda, dan diakhiri dengan makan malam bakmi goreng menjadi kacau.

Pertama, karena ternyata tidak ada bubur ayam khas Semarang. Jadi kami sarapan di rumah. Kedua, kami terlalu lama berkelana di Informa dan Ace Hardware. Jadi kami harus membatalkan minum es di siang hari demi menyelamatkan acara yang lain - dan satu buah rak lucu.

Tapi bagaimanapun juga, hari itu kami berhasil menyempatkan diri mencicipi kuliner setempat kok... :)


Monday, May 21, 2012

(Still) Semarang Day One: Tay Kak Sie


Klenteng Tay Kak Sie adalah klenteng pelipur lara yang ditunjukkan oleh Diaz ketika kami terpuruk di Paragon Mall, setelah berkunjung ke Sam Poo Kong yang mengecewakan.

Terletak di tengah daerah Pecinan dengan jalanan yang sempit, Diaz membawa kami ke sebuah klenteng dengan selokan besar di mukanya. Lokasi tepatnya ada di Jl. Gang Lombok no 62, Pecinan, Semarang.

Saturday, May 12, 2012

(Still) Semarang Day One: Jebakan Sam Poo Kong

Standar ganda...

Di Semarang, selain berkeliling kuliner, tentu saja kami tidak melewatkan waktu untuk mengunjungi beberapa tempat wisata yang menarik, seperti... em, Sam Poo Kong?

Anyway, kali ini aku hanya ingin menulis tentang Sam Poo Kong. Atau tepatnya yang kami alami di Sam Poo Kong.

Friday, May 4, 2012

Semarang Day One: Girls Day Out Edisi Kuliner


Rute Jogja-Semarang adalah rute yang padat. Karena itu, dalam urusan angkutan umum, perjalanan ke sana bisa dikatakan cukup mudah. Selain bis, ada banyak shuttle yang bolak-balik Jogja-Semarang. Salah satunya adalah Joglosemar, bis warna-warni (kata Hera!) yang kami pilih untuk perjalanan ke Semarang.

Bis ini memiliki banyak jam keberangkatan, kayanya malah hampir setiap jam. Jadi, back-up plan-nya gampang. Meski kalau pas akhir dan awal minggu, biasanya mereka penuh, jadi harus pesan beberapa hari sebelumnya. Harganya pun cukup terjangkau, Rp 45.000 - Rp 50.000 per kursi.

Yeay, girls day out! Siap menuju Semarang!

Wednesday, April 25, 2012

Semarang atau Lasem?




Tujuan awalnya memang ke Semarang. Lalu tiba-tiba ada berita tentang Festival Klenteng di Lasem dan rencana berubah arah ke Lasem. Tapi karena ada satu kru yang harus bergabung dengan tim voli RT, maka rencana dikembalikan ke tujuan awal: Semarang.

Seperti yang pernah kutuliskan sebelumnya, berpetualang ke Semarang biasanya diawali dengan semangat tinggi, tapi (hampir) selalu kehilangan ketertarikan begitu sampai di lokasi.

Tuesday, March 27, 2012

Komedi dan Kultur

Stand-up comedy (www.squidoo.com)
Komedi itu kultural. Maksudku, komedi itu (sangat) dipengaruhi oleh kultur dan latar belakang seseorang. Sama seperti masakan atau musik yang tergantung selera, begitu pula komedi.

Lalu kenapa tiba-tiba aku menulis tentang komedi?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...