Pages

Monday, May 21, 2012

(Still) Semarang Day One: Tay Kak Sie


Klenteng Tay Kak Sie adalah klenteng pelipur lara yang ditunjukkan oleh Diaz ketika kami terpuruk di Paragon Mall, setelah berkunjung ke Sam Poo Kong yang mengecewakan.

Terletak di tengah daerah Pecinan dengan jalanan yang sempit, Diaz membawa kami ke sebuah klenteng dengan selokan besar di mukanya. Lokasi tepatnya ada di Jl. Gang Lombok no 62, Pecinan, Semarang.

Di selokan besar tersebut, terdapat kapal (imitasi) Laksamana Cheng Ho yang besar dan merah. Kata Diaz, pelataran kapal itu bisa disewa dan digunakan untuk berbagai acara.

Namun sore itu pelataran kapal hanya digunakan oleh anak-anak kecil setempat untuk bermain bola - yang tentu saja terganggu oleh kedatangan Hera, Sang Teroris Anak. Heboh dan membuat Diaz langsung pura-pura tidak kenal.

Klenteng ini (jauh) lebih ramah dari Klenteng Sam Poo Kong. Setelah meminta ijin untuk melihat-lihat, kami segera menjelajahi klenteng, mengobrol dengan Om Penjaga Klenteng, dan memotret-motret.

Katanya klenteng ini adalah klenteng tertua di Semarang yang dibangun pada tahun 1746. Seperti klenteng-klenteng lainnya, klenteng ini didominasi oleh warna merah dan emas. Bahkan menurut Om Penjaga Klenteng tadi, patung-patung dewa yang dipajang di klenteng ini disebuh dengan emas murni. Wow...

Meski ukurannya tidak terlalu besar, namun (lagi-lagi menurut Om Penjaga Klenteng) klenteng ini merupakan klenteng terbesar karena memiliki patung dewa paling banyak.

"Di sini ada 33 patung dewa," ujar Om Penjaga Klenteng.

Klenteng ini dibuka untuk umum mulai pukul 5.30 pagi hingga pukul 9.30 malam. Orang-orang yang mau beribadah keluar-masuk bergantian, dari orang dewasa hingga anak-anak. Tapi tak hanya mereka yang mau beribadah, pengunjungnya juga meliputi wisatawan dan penduduk sekitar yang sekedar ingin duduk-duduk sambil bertukar cerita.

Meski telah lelah berkeliling dan mengobrol, serta didera lapar babat wongso, kami tidak dapat langsung pergi dari kleneng Tay Kak Sie. Kehebohan Hera mengganggu kegiatan di Kapal Cheng Ho sepertinya membuat hujan turun dengan super deras hingga lebih dari dua jam.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...