Pages

Showing posts with label Dreamy Day. Show all posts
Showing posts with label Dreamy Day. Show all posts

Tuesday, July 5, 2011

Awas! Buaya Besar!

Danau itu tak terlalu luas, aku masih bisa melihat seberangnya. Pohon-pohon kering dan tumbuhan yang tampak tak terawat.

Entah aku bisa menyebutnya danau atau tidak, karena sebenarnya bentuknya lebih menyerupai rawa-rawa. Tengahnya tenang, namun di sekitarnya beberapa tumbuhan keluar dari dalam air. Semak-semak belukar yang tampak kering tumbuh di sekelilingnya, seakan-akan berusaha memisahkannya dari kami.
 

Tuesday, October 26, 2010

Mimpi a.k.a Bunga Tidur


Aku dulu mengira, semua orang kalau tidur pasti akan bermimpi. Sepertiku. Tapi ternyata tidak.

Aku bertanya pada orang-orang terdekatku, dan mereka semua berkata bahwa mereka tidak sesering itu bermimpi saat tidur.

Masa sih?

Monday, October 4, 2010

Manusia Pixel

Aku tercengang melihatnya bisa menembus tembok bata di depanku. Begitu mudah. Begitu ringan. Lalu pria di sebelahnya menatapku, dan menarik tanganku.

Ia mengajakku untuk ikut menembus tembok.

Tanpa sempat berpikir, aku menembus tembok bata itu - seperti hantu - dan muncul di sisi lainnya. Tak terasa apapun. Kami muncul di sebuah saluran air dengan kedalaman setinggi bahuku, dan air yang tidak membuatku basah.

Thursday, April 29, 2010

Potongan Terakhir Untukmu

Semalam aku kembali melihatmu, duduk dan bercengkerama di antara orang-orang yang asing bagiku. Rambutmu masih sama seperti yang ku ingat, namun wajahmu mulai tak ku kenal. Apakah ingatanku yang memudar atau waktu yang sudah mengubahmu?

Aku tak peduli.

Tapi rasamu masih terbaca, walaupun tak sekuat dulu. Aku tahu kamu tidak melihatku. Aku juga tahu aku tidak ingin mendekat dan menyapamu, meski sedekar untuk memberitahukan keberadaanku.

Thursday, September 4, 2008

Jembatan, Gua, dan Danau

Daerah itu sepertinya aku kenal. Tebing-tebing yang tinggi, di tengah sepinya pedesaan. Hijaunya pohon hanya tampak segelintir, lebih banyak tanah yang coklat kekuningan.

Mobil terus kulaju hingga ke ujung jalan. Jalan tanah yang berdebu. Suasananya masih sepi. Hening dan hambar. Kering.

Di ujung jalan, kulihat jembatan itu. Ya, jembatan yang diceritakan ayahku. Panjang sekali, jelas lebih dari 500 meter. Ia bergoyang-goyang mengikuti ritme hembusan angin.

Saturday, May 10, 2008

Tolong Bangunkan Aku...


Ia memang jauh. Tapi ia ada.

Semakin hari rupanya pikiranku semakin tolol. Semakin tak karuan dan tak terarah.

Yah, seharusnya aku membencinya. Atau paling tidak mengusirnya dari kehidupanku karena semua jadi terjungkir-balik.

Mungkin aku yang berlebihan.

Wednesday, January 9, 2008

Ombaknya Besar Sekali...

Deburan ombaknya kuat sekali, dan tinggi. Belum anginnya, mampu membuat pohon-pohon kelapa itu kewalahan menahan daun-daunnya. Dan awan hitam tebal menggantung di sejauh pandangan mataku. Laut yang hitam dengan ombak besar dan langit abu-abu tua. Ganas. Aku takut melihatnya.

Sepertinya sebentar lagi banjir datang, dan pinggir pantai akan tenggelam. Ibu di rumah pinggir pantai itu sudah mulai bingung. Kulihat ia mengeluarkan ember dan gayung untuk mengusir air laut yang mulai menyerang rumahnya. Membawa pasir hitam yang tampak kotor.

Aku tahu ini di Pulau Karimunjawa. Tapi kenapa pasirnya hitam? Dan kenapa ombaknya sebesar ini?

Monday, December 24, 2007

Aih... Lautan Merkuri!

Airnya dingin sekali. Dan gelap. Kenapa juga kapal ini harus menabrak karang dan mulai tenggelam? Percuma berlari, karena yang aku temui hanyalah ujung kapal dan air laut. Yang dingin dan gelap tadi.

Kulihat orang-orang di sekitarku tidak panik. Bahkan pada saat mereka tahu kemiringan kapal terus bertambah dan air mulai membanjiri lorong-lorong kapal, mereka tetap tenang.

Saturday, September 15, 2007

Orang-Orang yang Diuapkan

Aku bermimpi tentang orang-orang yang diuapkan. Bukan hanya dihilangkan identitasnya, namun benar-benar diuapkan. Sepertinya buku 1984 karangan George Orwell yang aku baca sebelum tidur benar-benar merasuki pikiranku. Sedikit lebih ekstrim, mungkin.

Mereka ditaruh di sebuah ruang yang terbuat dari batu pualam hitam, dengan dinding luar yang mirip amplas. Bergerigi. Ruangan berbentuk persegi panjang itu tipis, dan diapit oleh lempengan-lempengan besi yang siap mengalirkan listrik berkekuatan amat tinggi.

Aku tak tahu seberapa tinggi voltasenya. Aku hanya tahu itu sangat tinggi, hingga dapat mengubah orang menjadi uap.

Tuesday, August 14, 2007

Hantu Supermarket

Semalam aku bermimpi tentang hantu supermarket. Aku tak ingin bercerita terlalu banyak tentangnya. Yang jelas, ia berhasil membuatku ketakutan. Membuatku berlarian dari satu rak ke rak lain, mencari jalan keluar dari supermarket.

Lelah. Mengantuk. Aku kurang tidur.

Kenapa juga aku harus mengalami mimpi buruk ketika semua orang tidur lebih awal...?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...