Pages

Monday, May 3, 2010

Hari yang Kosong

Kantor kosong bisa jadi menyenangkan. Tidak banyak tugas dari atasan, tidak banyak rekan yang akan mempergunjingkan kesantaian kita. Serta bisa melakukan banyak hal sesuai kesenangan kita, seperti menghabiskan waktu untuk browsing di internet atau sekedar blogwalking.

Tapiii... apa yang terjadi bila koneksi internet sedang putus dan tidak ada yang bisa kita lakukan untuk memperbaikinya hari itu?

Berdasarkan pengalaman (tak ada atasan, tak ada tugas, tak ada koneksi - tapi tetap harus stand by di kantor), berikut manajemen waktu yang berhasil menyelamatkanku dari kebosanan 'hari kerja yang kosong', sambil tetap tampak sibuk.

1. Membuat anggaran keuangan (1 jam).
Anggaran ini selain sebagai pengisi waktu luang, juga bisa mempermudah hidup kita, dan... menjaga keuangan kita dalam keseharian. Walaupun tidak memiliki dasar akuntansi yang baik, kita cukup membuat tabel-tabel yang terdiri dari nomor, tanggal, keterangan, uang masuk, uang keluar, dan saldo. Untuk menambah kesibukan, kita bisa melakukannya tanpa kalkulator dan tanpa rumus di Excel. Sebagai gantinya, gunakan kertas untuk orek-orek. Selain itu, kita bisa juga membuat tiga work-sheet. Pertama untuk Kas Besar (bank), kedua untuk Kas Kecil (dompet), ketiga untuk Perkiraan dalam Sebulan.

2. Menulis blog tanpa upload (2 jam).
Menulis blog bisa jadi pelarian pertama untuk bisa tampak sibuk (seperti yang sekarang sedang kulakukan). Bila sudah selesai satu tulisan, tulis lagi lainnya. Bila ingin lebih menghabiskan waktu, tulis terlebih dahulu dengan tulisan tangan, baru kemudian diketik.

3. Mencorat-coret di kertas (1 jam).
Untungnya, aku memiliki blog lain yang dirancang menjadi blog imajinatif. Alhasil aku memiliki kesibukan membuat 'peta' blog imajinatif tersebut agar dapat memudahkan proses pembuatannya nanti. Selain itu, kita bisa juga mencorat-coret gambar apa pun, seperti baju yang ingin kita buat, atau rumah yang ingin kita tinggali. Atau membuat mindmap tentang 'hari kerja yang kosong'.

3. Makan siang (1 jam)
Memang wajarnya satu jam, bukan?

4. Mengobrol sok penting (1 jam).
Bila memang ada supervisor yang hadir, ajaklah dia mengobrol tentang hal yang tampaknya penting. Diawali dengan pertanyaan seputar pekerjaan, lalu pertanyaan apakah ada tugas yang bisa kita bantu, lalu ke arah obrolan santai yang agak lama, kemudian mengulang obrolan tentang pekerjaan, dan diakhiri juga dengan pertanyaan tentang pekerjaan.

5. Membenahi file (1 jam)
File MP3 kamu berantakan? Bisa kamu mulai dari sana. Benahi file-file MP3 berdasarkan klasifikasi yang kamu inginkan. Kalau aku memilih membedakannya dari nama. Jadi, semua file MP3 yang namanya masih berantakan, kuseragamkan dan kupilah-pilah sesuai seleraku. Selain file MP3, kamu juga bisa membenahi file foto.

6. Membaca-baca tulisan dari masa lalu (1 jam).
Komputermu pasti penuh dengan file-file dari masa lalu, bukan? Buka-buka saja file tersebut dan dibaca ulang. Sering kali, ini menghibur. Bisa juga, kamu justu menemukan hal-hal yang penting dan nyaris terlupakan. Wah...

7. Lain-lain (1 jam).
Ini mencakup telepon-telepon (entah dengan siapa dan membicarakan apa), SMS-SMS (bisa lebih memakan waktu daripada telepon), ke toilet beberapa kali (hanya sekedar berkaca juga tak masalah), mengrobrol sebentar dengan rekan kerja, melamun, pergi ke kantin (kalau ada kantin), merapikan meja kerja, memeriksa berkas-berkas pekerjaan sebelumnya, dan pekerjaan lain yang menurutmu perlu untuk meningkatkan citra sibukmu.

Nah, tiba-tiba sudah waktunya pulang, bukan? Sampai jumpa lagi besok... :)


PS:
- Kegiatan ini sebaiknya dilakukan kalau tidak ada pekerjaan kantor SAMA SEKALI.
- Pastikan komputermu penuh dengan file.
- Bila melakukan kegiatan ini, usahakan tidak meninggalkan komputer dengan monitor menyala, dan bereskan pula kertas-kertas kamu yang penuh corat-coret agar tidak menjadi prasangka. Hihi.
- Bila 'hari yang kosong' berlangsung lebih dari satu hari, be creative...! :p

Gambar: www.designlaunches.com

2 comments:

inten said...

What a great tips Indie, great time management. aku sering melakukannya tapi gak pernah kepikiran buat menuliskan di blog.. thx for sharing..

bulb-mode said...

Allo Mbak... :)
Hihi...kepikiran nulis juga akibat nggak ada kerjaan itu, Mbak. Untuk 'mengaktifkan' performa di kantor. Hehe. ;)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...