Pages

Tuesday, August 10, 2010

Proyek Kamar #1: Stressful Decluttering - Pakaian

Lemari aku pilih sebagai awal mula dari proses decluttering-ku. Keempat laci sudah penuh, sementara satu beberapa baju masih belum masuk. Sudah saatnya pakaian-pakaianku dikurangi.

Tapi, yang mana...?

Aku masih menyukai kebanyakan dari semua pakaianku, dan semua masih dalam kondisi yang layak pakai. Bahkan yang sudah sobek pun masih layak aku pakai untuk tidur karena faktor kenyamanan .

Lalu yang mana yang sebaiknya aku keluarkan?

Karena ukuran badanku tidak terlalu banyak berubah sejak lulus SMA, wajar saja pakaianku menumpuk. Alasan untuk mengeluarkan pakaian yang sudah terlalu kecil tidak terlalu membantu.

Akhirnya, begini aturan yang aku coba ikuti.

1. Aku membagi pakaianku menjadi tiga kategori: Keluar, Ragu-ragu, dan Simpan.

2. Keluar: Pakaian-pakaian yang jelas langsung keluar adalah pakaian-pakaian yang saat aku melihatnya, aku tahu aku sudah tak akan mengenakannya kembali. Entah karena sudah rusak, ukurannya menyusut, atau seragam hobi yang sudah tidak aku lakukan lagi (seragam aikido, taekwondo, dan yang lainnya), modenya sudah out-of-fashion, atau modenya sudah 'bukan-aku-banget'.

3. Ragu-ragu: Ini mencakup pakaian-pakaian yang sudah tidak aku kenakan selama satu tahun sebelumnya, dan pakaian memorabilia. Untuk memastikan ini, aku mencoba kembali beberapa baju tersebut, dan memantapkan hatiku untuk mengeluarkannya. Sisanya yang ternyata masih belum rela aku lepas, apabila tidak ada bayangan untuk mengenakannya dalam waktu dekat, aku kembali menguatkan niat untuk melepaskannya. Bila memang masih ada bayangan, tidak masalah memindahkannya dalam kategori 'Simpan'.

4. Simpan: Pakaian sehari-hari, pakaian yang aman, pakaian pesta seperti kebaya atau gaun, pakaian kerja, dan pakaian yang masih ada bayangan untuk aku kenakan dalam tiga bulan ke depan.

5. Aku menaruh baju-baju tersebut dalam kotak untuk dibagi-bagikan, disumbangkan, atau dijual bekas. Dengan begitu, selain karena bisa berada di tangan orang yang lebih sesuai, aku merasa bebanku lebih ringan saat mengeluarkan pakaian-pakaian itu.

6. Bila merasa perlu, proses ini bisa dilakukan berulang-ulang. Aku melakukannya dengan tiga kali pengulangan. Akhirnya, sebanyak sekitar empat dus pakaian berhasil aku keluarkan dari kamarku.

Meski sudah melakukan sebanyak itu, di lemariku masih tersisa lima dus sedang, dan di luar lemari terdapat dus box agak besar. Kesemuanya berisi pakaianku.

Haduuuh... haruskah aku mengulangi proses ini satu kali lagi? :-S

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...