Pages

Friday, November 19, 2010

Krim Muka


Sudah tersebar kabar bahwa klinik-klinik kecantikan itu menawarkan krim-krim yang berbahaya. Tampaknya sih memang krim-krim itu memberikan hasil yang fantastis. Kulit putih, bersih, cerah, tanpa jerawat... dan kencang!

Kurang apa lagi coba? Dambaan para wanita.

Tapi, di balik itu semua rupanya beredar gosip yang tak sedap. Mulai dari isinya yang mengandung merkuri hingga efek sampingnya berupa kecanduan. Maksudnya, ketika kita tidak menggunakan krim tersebut lagi, kulit akan bereaksi negatif: muncul jerawat, berwarna kemerahan, gatal-gatal.

You name it.


Aku sendiri dulu memang menjadi pelanggan Natasha. Efeknya, seperti yang kubilang tadi, bagus sekali. Kulit putih, bersih, cerah, tanpa jerawat, dan kencang. Tapi, kulit wajahku tidak tahan berlama-lama di bawah sinar matahari, karena kulit akan langsung terasa panas.

Karena aku termakan gosip dan tidak ingin kecanduan, aku menggunakan krim tersebut seenaknya. Bulan ini rajin, bulan depan jarang-jarang, bulan depannya rajin kembali, dan bulan berikutnya justru sama sekali tidak memakai.

Akibatnya krim perawatanku tidak pernah lebih naik level. Selalu level satu atau dua. Dan aku cukup puas dengan itu.

Aku tidak terlalu ingin memiliki kulit muka yang seputih kapas. Apa asyiknya memiliki kulit muka yang berbeda warna dari kulit badan? Aku ingin yang bebas jerawat saja, serta cerah dan bersih. Lagipula, embel-embel kulit lebih putih justru mengerikan. Bagaimana mungkin pigmen bisa berubah hanya karena krim?

Kalau mau memutihkan seperti di iklan TV, ya pakai saja penerangan yang super kuat hingga rada-rada over cahayanya.

Anyway, lalu insiden alergi itu terjadi. Gara-gara krim perawatan jerawat, mukaku berubah seperti kucing garong. Dan parahnya, aku menyalahkan penjual tahu krispi di Indomaret karena perubahan kulit mukaku... yang ternyata adalah akibat krim dari Natasha.

Sejak itu aku memutuskan berhenti menggunakan krim-krim dokter seperti itu. Aku pun berpindah haluan ke Oriflame, yang tidak memutihkan tapi mencerahkan. Hanya saja jerawat kadang kala muncul. Tapi masa ya harus kembali ke Natasha dan klinik-klinik kesehatan lain itu? Apakah aku bisa berkata mereka aman karena lolos POM?

"Kebanyakan mereka memang pakai merkuri, tapi lolos Badan POM karena bayar," ujar Tia.

Nah lo!

Maka dari itu, aku senang sekali ketika mendapat tips dari seorang teman untuk melakukan terapi temugiring. Yap! Sekarang aku menggunakan temugiring untuk mengobati jerawatku. Hasilnya: cukup memuaskan dan tak ada efek samping! :)


* Foto diambil dari sini.

2 comments:

aRai said...

"Kebanyakan mereka memang pakai merkuri, tapi lolos Badan POM karena bayar,"

yg penting ke untungan tidak peduli dengan efek yg di akibatakan oleh konsumen ... paling2 nanti kalo ada apa2 malah di tawarin produk lainnya ... xixixi

bulb-mode said...

@ aRai:
Bener banget. Kejadian yang sebelumnya juga seperti itu, ditawarin produk lain... yang tetap harus dibayar! Padahal kulit muka udah kayak gitu, plus (karena nggak tau sebabnya) udah terlanjur beli obat dari dokter kulit asli.
Makanya, mending pakai Oriflame (iklan!) sama temugiring... ;p

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...