Pages

Monday, June 13, 2011

Day 2: Acara Pernikahan di Pematang Siantar


Yayaya. Tujuan utamaku terbang hingga ke Sumatra Utara memang mengunjungi Atuk yang akan menikahkan anaknya.

Maka di hari kedua, aku mengikuti (sebanyak mungkin) acara pernikahan yang diadakan di rumah.

Acara hari itu dimulai dengan upah-upah, yaitu suapan ke calon pengantin perempuan oleh orang tuanya dan kerabat dekatnya. Tangis-tangisan yang biasanya aku lihat di acara sungkeman, justru terjadi saat ini, ketika seakan-akan yang melepas dia menikah bukan hanya orang tuanya, tapi juga kakak-kakaknya.

Lalu setelah calon pengantin pria datang, acara segera dilanjutkan ke akad nikah. Dan setelah semua selesai, pengantin keluar rumah untuk mengikuti acara marhaban.

Ini acara di mana pengantin sudah berada di pelaminan tapi tamu belum mulai datang. Rombongan marhaban (rombongan ibu-ibu dengan alat musik rebana) bernyanyi dan berdoa untuk kedua pengantin.

Nah, lalu setelah itu semua selesai, baru masuk ke acara resepsi - yang akan berlangsung hingga tengah malam. Tamu-tamunya sendiri bebas berdatangan selama acara tersebut.

"Kalau diadakan cuma dua jam seperti di Jogja kemarin malah biasanya tamunya jarang yang datang," ujar Atuk membicarakan pernikahanku.

Hiburannya? Tamu-tamu yang bebas bernyanyi bersama band pengiring. Super meriah dengan lantunan lagu-lagu Batak.

Di antara waktu itu, aku dan Mr. A berkeliling menikmati dan mencicipi kuliner Pematang Siantar. Kami tidak menunggu hingga acara selesai, karena keesokan harinya kami harus bangun pagi dan berangkat ke Parapat, menuju Danau Toba.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...