Pages

Thursday, June 9, 2011

Sumatera Utara yang Tertunda


Kebalikan dari perjalanan-perjalananku biasanya yang cenderung digerakkan oleh ide impulsif, perjalanan ke Sumatera Utara kali ini sebaliknya. Perjalanan ke Sumatera Utara memang telah kurencanakan sejak satu tahun yang lalu.

Atau tepatnya, perjalanan satu tahun kemarin kuundur menjadi tahun ini. :p

Rencana tahun lalu memang kuundur karena ternyata tahun ini bertepatan dengan Tanteku menikahkan anaknya. Daripada dua kali ke Sumatera Utara, yang harga tiket per orangnya mahal dan dibutuhkan 'cuti' agar bisa sekalian liburan, maka kuputuskan untuk menunda perjalanan hura-hura tahun lalu ke tahun ini.

Jadi lebih 'legal' juga sih...

Maka kurencanakan perjalanan ke Sumatera Utara. Di sana aku akan ke Pematang Siantar, kemudian lanjut ke Parapat, menyeberang Danau Toba dan menghabiskan malam di Pulau Samosir, lalu terakhir menginap di Medan.

Celakanya, mendekati hari H, adikku Dito yang katanya mau ikut ke sana tiba-tiba membatalkan diri. Padahal aku tidak begitu suka berpergian sendiri karena tidak bisa berbagi kesan dengan teman seperjalanan.

Akhirnya setelah satu sahabat menolak karena mau ke Bangkok dan satu lagi sahabat menolak karena bermasalah dengan cuti, aku menyiapkan diri untuk berangkat sendiri. Tapi, out of the blue, tiba-tiba Mr. A menawarkan diri.

Aku curiga dia ikut karena film Letters to Julliet. Malam sebelum keputusannya, kami memang menonton Letters to Julliet di mana tokoh perempuannya justru jatuh cinta dengan pria yang ditemuinya saat liburan.

Hihi!

Maka semua pun segera disiapkan. Tiket, baju, koper, hotel, dan kamera. Oh ya, kali ini aku memeriksa kartu CF dan baterai sampai tiga kali. :)

2 comments:

ronggolawe said...

CF mu dibwa, tpi gak kedelete kan? :p

bulb-mode said...

@ ronggolawe:
Of kors lah nggak ya, Bung... :D Tunggu tanggal tayangnya...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...