Pages

Tuesday, April 29, 2008

Buku-Buku yang (Makin) Menunggu


Di Bandung, aku dikenalkan pada beberapa toko buku yang amat menarik. Karenanya, daripada berkeliling FO atau berburu kuliner, hari itu aku memilih untuk mendatangi toko-toko buku itu. Toko buku yang rupanya berhasil membuat tanganku gatal untuk membeli beberapa buku bekas.

Setelah berkeliling di antara rak-rak yang tinggi, memilih-milih, akhirnya aku membeli buku 'Under the Banyan Tree' karya R. K. Narayan dan 'Samarkand' karya Amin Maalouf.

Keduanya aku beli karena aku penasaran pada penulisnya. R. K. Narayan dikabarkan (menurut orang-orang Inggris) bisa mendeskripsikan India dengan amat apik. Dan Amin Maalouf, namanya sampai dikupingku sejak buku Balthasar's Odyssey. Ia membuatku penasaran.

Tapi, sampai di rumah, aku mendapati rak bukuku masih penuh dengan buku-buku yang menunggu. Aduh.

Buku klasik 'Kim' karya Rudyard Kipling, lalu 'The White Castle' karya Orhan Pamuk, 'Interpreter of Maladies' karya Jhumpa Lahiri, hingga 'Canting' karya Arswendo Atmowiloto. Dan bahkan buku 'Balthasar's Odyssey' karya Amin Maalouf yang membuatku membeli Samarkand juga belum aku baca.

Semua masih rapi terbungkus plastik, berjejer di rak bukuku.

Sementara itu, di atas nakasku tergeletak dua buku anak-anak berbahasa asing yang walau tipis tapi susah dimengerti. Dan keduanya belum juga aku selesaikan. Padahal masa pinjamku sebentar lagi habis.

Kemudian, di suatu siang aku mengantar seorang kawan inspiratifku ke Periplus. Ah. Lagi-lagi tanganku gatal. Aku pulang dengan 'The Kite Runner' karya Khaled Hosseni di tangan.

Ini harus dihentikan. Segera.

Minggu buku-bukuku pun ditutup dengan buku 'Beriman Tanpa Rasa Takut' karya Irshan Manji yang aku beli dengan impulsif saat menghadiri undangan diskusi. Darn!

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...