Pages

Tuesday, April 1, 2008

Secangkir Kopi Instan


Aku akan menjadikan kopi sebagai salah satu minuman favoritku. Itu rencanaku. Maka, tak salah bukan bila aku mencicipi secangkir kopi instan di malam hari itu?

Yah, rasanya memang seperti yang aku tebak. Rasa kopi instan. Walau saat itu aku memang sedikit berharap untuk dapat menikmati getirnya kopi, atau sedikit rasa manis yang pas.

Tapi, harus kuakui, rasanya lebih enak dari kopi instan yang biasa aku buat. Belum lagi, dilengkapi dengan sensasi masa lalu.

Secangkir kopiku pun habis dengan cepat. Herannya kopi ini membuatku terjaga di banyak malam setelah malam itu. Rasanya aneh, mungkin karena efek psikologis.

Daripada aku terus terjebak efek kopi instan yang menyerap energi positifku, aku memutuskan untuk mencari jalan keluar. Di suatu pagi yang membosankan, aku mulai melakukan assesment (ungkapan seorang teman - red) terhadap kopi instan yang aku minum itu.

Buka ini, klik itu, baca ini, analisa itu.

Maka, setelah aku melihat-lihat situasinya, menempatkan diriku di sepatu pembuat kopi itu, mengamati komentar-komentar tentang kopi itu, menganalisa tanggal pembuatannya, memprediksi kemungkinan-kemungkinannya, dan berguru pada masa lalu, aku memutuskan untuk segera meminum susu.

Katanya, susu bisa menetralkan zat-zat berbahaya dalam tubuh.

Dan semalam, aku berhasil tidur dengan nyenyak. Walau entah untuk berapa lama. ;p

4 comments:

Anonymous said...

makane.. wis tak kandhani to.. dari pada kopi, mending pesen chochmelt aja, toh air putihnya udah disediakan secara gratis... :D

bulb-mode said...

temukonco:
Hihihi... namanya juga mencoba, Mas... :p Klo g dicobain, g bakal tau rasanya kopi instan... ;p

Anonymous said...

Iya Ndi...kalo susah bobok, coba mimik susu putih. Biasanya jadi cepet ngantuk..huaahhhhhh

bulb-mode said...

thea:
Sekarang udah bisa tidur dengan nyenyak koq The... ;) Biasanya lebih kuat susu coklat klo untuk buat ngantuk...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...